Search This Blog

Monday, May 04, 2009

Munakahat

PERNIKAHAN                                           
 
Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan kata "nikah"  sebagai


(1)  perjanjian  antara laki-laki dan perempuan untuk bersuami
isteri (dengan resmi);  

(2) perkawinan.

Al-Quran menggunakan kata ini untuk makna tersebut, di samping secara majazi
diartikannya dengan "hubungan seks". Kata ini  dalam  berbagai bentuknya  ditemukan  sebanyak  23  kali.  

Secara bahasa pada mulanya kata nikah digunakan dalam arti "berhimpun".
 
Al-Quran juga menggunakan kata zawwaja  dan  kata  zauwj  yang
berarti  "pasangan" untuk makna di atas. Ini karena pernikahan
menjadikan seseorang memiliki pasangan.  Kata  tersebut  dalam
berbagai  bentuk  dan  maknanya  terulang tidak kurang dari 80
kali.
 
Secara umum Al-Quran hanya  menggunakan  dua  kata  ini  untuk
menggambarkan  terjalinnya  hubungan  suami  istri secara sah.
Memang  ada  juga  kata  wahabat  (yang   berarti   "memberi")
digunakan  oleh  Al-Quran  untuk melukiskan kedatangan seorang
wanita  kepada  Nabi  Saw.,  dan  menyerahkan  dirinya   untuk
dijadikan  istri.  Tetapi  agaknya kata ini hanya berlaku bagi
Nabi Saw. (QS Al-Ahzab [33]: 50).
 
Kata-kata  ini,  mempunyai  implikasi  hukum  dalam  kaitannya
dengan  ijab kabul (serah terima) pernikahan, sebagaimana akan
dijelaskan kemudian.
 
Pernikahan, atau tepatnya "keberpasangan" merupakan  ketetapan
Ilahi   atas   segala   makhluk.  Berulang-ulang  hakikat  ini
ditegaskan oleh Al-Quran antara lain dengan firman-Nya:
 
    Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar
    kamu menyadari (kebesaran Allah) (QS Al-Dzariyat [51]:
    49).
    
    Mahasuci Allah yang telah menciptakan semua pasangan,
    baik dari apa yang tumbuh di bumi, dan dan jenis mereka
    (manusia) maupun dari (makhluk-makhluk) yang tidak
    mereka ketahui (QS Ya Sin [36]: 36).


Madah Ilmuan

Saya Ada satu epal, anda Ada satu epal. Kita tukar epal, anda Ada satu Dan saya tetap Ada satu. Jika anda Ada satu ilmu Dan saya Ada satu ilmu, kemudian Kita tukar ilmu tersebut, anda Ada dua ilmu Dan saya Ada dua ilmu...

Just to charge information

Indahnya Kata-kata

Jujurlah terhadap diri sendiri ketika bermuhasabah. Koreksi satu persatu kesalahan kita. Jangan nafikan realiti. Setelah disedari kelemahan dan kesilapan kita, maka akui hakikat itu. Ingat, kita perlu maafkan diri kita kerana kita juga perlu mengasihi diri kita sendiri.

INgat2kan....Sekarang Bulan Ramadhan 1430 H

Total Pageviews